1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevanuntuk pembelajaran kimia.
Mayer (2001) mengemukakan tiga asumsi yang Teori Kognitif Multimedia Learning (CTML) dibangun.
Pertama, ada asumsi bahwa manusia memiliki sistem pengolahan untuk bahan pendengaran dan sistem lain untuk bahan visual. Presentasi multimedia menggunakan kedua sistem, memanfaatkan potensi belajar penuh seseorang. Contohnya pemanfaatan infokus dan speaker untuk menampilkan video pembelajaran terkait akan sangat menunjang asumsi pertama ini.
Asumsi kedua adalah bahwa saluran ini memiliki kapasitas terbatas. Karena keterbatasan ini, keputusan perlu dibuat "tentang apa yang potongan informasi yang masuk untuk memperhatikan" (Mayer, 2001, hal.50). Memilih materi yang sesuai tingkatan belajar sebagai contoh pembelajaran di SMA tidak perlu di ajarkan terhadap siswa yang baru masuk ke tingkat SMP.
Asumsi terakhir adalah bahwa belajar aktif melibatkan memilih, mengorganisir, dan mengintegrasikan materi yang relevan dengan pengetahuan yang ada. Suatu materi dipilih untuk suatu tipe kelas tertentu dan pertanyaan yang di lemparkan ke siswa yang cerdas dan biasa saja di bedakan. Begitu juga penjelasan individual yang diberikan.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia
Teori dual-coding menyatakan bahwa informasi bisa diberi
kode, disimpan, dan diperoleh kembali dari dua sistem yang berbeda secara
fundamental, satu menyesuaikan dengan informasi verbal, yang lain menyesuaikan
dengan image atau informasi visual. Presentasi-presentasi dual-mode bisa
memperluas kapasitas memori kerja jika satu bagian dari instruksinya (misalnya,
penjelasan-penjelasan tekstual) dihadirkan dalam bentuk auditory dan yang
lain (misalnya, diagram) dalam bentuk visual, desain pesan seperti ini dapatmeningkatkan
jumlah informasi yang bisa diproses tanpa muatan kognitif yang berlebih.
Pebelajar sebagai penerima informasi mengintegrasikan kata-kata dan gambar
secara lebih mudah saat kata-kata dihadirkan secara auditori daripada
secara visual karena menggunakan prosesor-prosesor
auditori dan visual dalam memori kerja secara efektif menghilangkan muatan
kognitif yang berlebihan dari saluran visual.
assalamualaikum, saya akan menambahkan jawaban pada pertaan no. 1 contoh dari media yang digunakan , Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual. Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon, jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka panjang.
ReplyDelete